CT 2 : Demonstrasi Kontekstual

 

Demonstrasi Kontekstual


Nama/NIM: IVO APRISTI

Jenjang/mata pelajaran yang diampu: MATEMATIKA

Kode soal:

Judul soal: 

No

Pertanyaan

Jawaban

1

Tuliskan solusi untuk soal ini!

Kata yang akan dikodekan adalah MATEMATIKA.


1. Huruf pertama selalu diambil:

   - Huruf pertama adalah M.

   

2. Hapus semua huruf ‘A’, ‘E’, ‘I’, ‘O’, ‘U’, ‘H’, ‘W’, ‘Y’:

   - Setelah menghapus huruf-huruf tersebut, kata menjadi MTMTK.


3. Ganti huruf menjadi angka sesuai aturan:

   - M diubah menjadi 3 (karena M termasuk dalam aturan M dan N menjadi 3),

   - Tdiubah menjadi 1(karena T termasuk dalam aturan D dan T menjadi 1),

   - K diubah menjadi 6 (karena K termasuk dalam aturan C, G, J, K, Q, S, X, Z menjadi 6).


   Maka kata MTMTK menjadi: M, 1, 3, 1, 6.


4. Ganti dua atau lebih huruf yang muncul berurutan:

   - Tidak ada huruf yang muncul berurutan dalam hasil di atas, jadi tidak ada perubahan pada urutan ini.


5. Ambil 4 digit pertama saja, tambahkan 0 jika kurang dari 4:

   - Digit pertama adalah M lalu diikuti oleh tiga angka berikutnya: 1, 3, 1.

   - Maka hasilnya adalah M131.


Kode rahasia untuk kata MATEMATIKA adalah M131.

2

Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini!

  1. Menghilangkan huruf yang diperintahkan

  2. Mengganti huruf yang tersisa dengan angka

  3. Mengecek jumlah angka yang berurutan jika ada memberikan angka tambahan sesuai dengan jumlah pengulangan huruf

  4. Memangkas angka yang ada dari transfer huruf ke angka tersebut menjadi 4 angka di awal saja sesuai perintah soal.

3

Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini!

1. Decomposition (Dekompisi):

   - Memecah masalah menjadi beberapa langkah sederhana dan terurut, seperti mengidentifikasi huruf pertama, menghapus huruf tertentu, mengonversi huruf menjadi angka, dan seterusnya.


2. Pattern Recognition (Pengenalan Pola):

   - Mengenali pola huruf yang harus dihapus (vokal dan huruf tertentu), serta mengenali aturan konversi huruf menjadi angka. Misalnya, mengelompokkan huruf tertentu yang memiliki pola konversi yang sama.


3. Abstraction (Abstraksi):

   - Fokus pada informasi yang relevan dan menyederhanakan data. Dalam kasus ini, mengabaikan huruf yang tidak penting (seperti A, E, I, O, U, dll.) dan menggantinya hanya dengan angka yang relevan.


4. Algorithm Design (Perancangan Algoritma)*:

   - Menerapkan serangkaian aturan yang terstruktur untuk menghasilkan kode rahasia, seperti mengonversi huruf menjadi angka sesuai aturan dan memastikan hasil akhir dalam bentuk yang tepat.


Keempat pondasi CT ini membantu menyusun langkah-langkah terstruktur untuk menyelesaikan soal pengkodean kata tersebut secara efektif.

4

Adakah contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini?

Ada, saat mata-mata atau penyamar agen yang membutuhkan penyamaran dalam menyelidiki suatu kasus, terkadang diperlukan kode-kode tertentu untuk menyampaikan pesan atau banyak lagi dianatanya :

Pengkodean seperti itu sering kali digunakan dalam beberapa konteks sehari-hari, antara lain untuk lebih rinci:

  1. Sistem Keamanan dan Password:

    • Beberapa orang menggunakan metode pengkodean untuk membuat password yang lebih sulit ditebak. Misalnya, mengubah huruf menjadi angka sesuai aturan tertentu.

  2. Identifikasi Produk:

    • Kode unik pada produk sering kali terdiri dari huruf dan angka untuk memudahkan identifikasi. Contohnya, kode produk di barcode yang mengandung informasi tertentu.

  3. Sistem Pemrograman:

    • Dalam pemrograman, pengkodean huruf dan angka bisa digunakan untuk memudahkan pengelompokan data, seperti dalam algoritma pengenalan pola.

  4. Sandi dan Pesan Rahasia:

    • Dalam komunikasi, beberapa orang menggunakan metode pengkodean untuk mengirim pesan rahasia. Ini sering terlihat dalam cerita detektif atau dalam permainan teka-teki.

  5. Pendidikan:

    • Metode ini bisa digunakan sebagai teknik mnemonik untuk membantu siswa mengingat informasi dengan cara yang lebih kreatif.

  6. Sistem Klasifikasi:

    • Beberapa institusi menggunakan kode untuk mengklasifikasikan informasi, seperti sistem pengkodean buku di perpustakaan.

Pengkodean seperti yang dijelaskan juga bisa berfungsi untuk meningkatkan keamanan informasi pribadi atau untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dalam mengelola data.



Post a Comment

0 Comments