TOPIK 3 – DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
Kelompok 1: Ivo Apristi, S.Pd
Muhammad Sobirin, S.Pd Sriayu Lestari, S.Pd
PRAKTIK BAIK YANG BERHASIL DI IDENTIFIKASI
Berikut adalah praktik baik dalam mengajar yang dapat diidentifikasi dari implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas X SMA dalam kerangka Kurikulum Merdeka:
Pemahaman Mendalam tentang Diferensiasi
Guru memahami bahwa pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar memisahkan siswa berdasarkan kecerdasan, melainkan memberikan kesempatan belajar yang disesuaikan dengan minat, gaya belajar, dan kesiapan masing-masing siswa. Pendekatan ini memastikan semua siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan setara, meski dengan metode berbeda.
Pemetaan Awal Kebutuhan Siswa
Guru melakukan diagnostik awal untuk memahami profil, minat, dan gaya belajar siswa. Hal ini menjadi landasan untuk merancang strategi pembelajaran yang relevan. Diagnostik digunakan untuk menentukan pendekatan belajar individu, kelompok, atau kelas, sehingga setiap siswa dapat belajar sesuai potensinya.
Penyediaan Media dan Sumber Belajar yang Beragam
Guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran seperti buku, video, dan gambar visual untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan gaya belajar berbeda (visual, auditori, kinestetik). Penyediaan media ini menunjukkan perhatian terhadap aksesibilitas materi pembelajaran bagi semua siswa.
Pengelolaan Kelompok Belajar Berdasarkan Profil Siswa
Kelompok belajar diatur berdasarkan profil siswa, seperti gaya belajar atau tingkat kemampuan, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Strategi ini membantu siswa belajar secara kolaboratif dalam kelompok yang mendukung perkembangan individu mereka.
Peran Guru sebagai Fasilitator
Guru bertindak sebagai fasilitator yang membimbing proses pembelajaran secara aktif, baik dalam kelompok besar maupun kecil, memastikan setiap siswa terlayani sesuai kebutuhannya.
Asesmen Formatif dan Variatif
Guru menerapkan asesmen formatif yang variatif untuk memahami perkembangan siswa secara individu. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik yang jelas dan adaptif. Penilaian berbasis proyek diterapkan untuk mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila
Kesiapan dan Pengembangan Modul Ajar
Modul ajar disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) yang relevan, mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, dan dirancang untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Modul ajar dirancang agar tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga efektif dalam meningkatkan motivasi dan capaian belajar siswa.
Penciptaan Lingkungan Belajar yang Kondusif
Guru berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, mulai dari pengkondisian kelas hingga pengembangan strategi yang responsif terhadap hasil diagnostik awal.
Kolaborasi dengan Orang Tua dan Sekolah
Sosialisasi kepada orang tua dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap Kurikulum Merdeka dan pentingnya dukungan mereka dalam proses pembelajaran.. Sekolah menyediakan dukungan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang keberhasilan pembelajaran berbasis proyek.
Rekomendasi Pengembangan
Pelatihan Berkelanjutan: Guru perlu terus mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait pembelajaran berdiferensiasi.
Pengembangan Modul Ajar: Modul ajar perlu terus disesuaikan agar lebih inovatif dan efektif.
Fasilitas Belajar: Peningkatan sarana prasarana diperlukan untuk mendukung berbagai gaya belajar siswa.
Peningkatan Motivasi Siswa: Guru disarankan untuk merancang aktivitas belajar yang lebih interaktif sesuai minat siswa.
Praktik baik ini menunjukkan komitmen guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dan mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka.




0 Comments