1. Penilaian Terhadap Kegiatan Pembelajaran
Seorang guru tidak perlu melakukan penilaian terhadap semua kegiatan yang dilakukan. Guru dapat memilih beberapa kegiatan tertentu yang paling relevan dan signifikan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Fokus pada kegiatan yang memberikan gambaran jelas tentang pemahaman dan keterampilan siswa memungkinkan guru untuk melakukan penilaian yang lebih efektif dan efisien.
Salah satu contohnya adalah guru dapat menerapkan kegiatan pembelajaran yang tanggap budaya, pembelajaran yang sesuai dengan level, dan melakukan aktivitas yang beragam. Hal ini sejalan dengan pendapat Harmer (2001) yang menyatakan bahwa dalam merancang pembelajaran, guru harus memerhatikan dua ciri utama, yaitu keselarasan dan keragaman.
2. Pertimbangan dalam Menentukan Asesmen
Dalam menentukan asesmen yang sesuai, guru perlu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:
- Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
- Karakteristik siswa, termasuk gaya belajar dan kebutuhan khusus
- Jenis kegiatan yang dilakukan
Tujuan pembelajaran akan menentukan jenis asesmen yang tepat, apakah formatif, sumatif, atau diagnostik. Karakteristik siswa, termasuk gaya belajar dan kebutuhan khusus, juga penting untuk memastikan bahwa asesmen dapat diakses oleh semua siswa.
Selain itu, kesesuaian antara jenis asesmen dan aktivitas yang dilakukan harus dijaga agar hasil penilaian akurat mencerminkan pemahaman siswa. Dengan mempertimbangkan semua ini, guru dapat memastikan bahwa asesmen mendukung proses pembelajaran secara keseluruhan.
0 Comments