Ruang Kolaborasi
- Ivo Apristi
- Lauri Olsa
- Anggun Sagita
- Nidia Winda Sari
- Wanda
A. Kasus I
Bayangkan jika Anda adalah seorang guru matematika di kelas VII. Saat ini Anda hendak menyampaikan materi mengenai matematika sosial, yakni mencari nilai rata-rata (mean). Untuk memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran, Anda mencoba untuk membuat urutan atau langkah-langkah yang perlu diikuti oleh peserta didik agar dapat mencari nilai rata-rata pada sebuah soal. Anda meminta kepada peserta didik untuk mengerjakan soal yang Anda berikan. Hasilnya, peserta didik mampu mengerjakan dengan benar, sesuai dengan langkah yang telah Anda siapkan. Beberapa saat kemudian, Anda meminta kepada peserta didik untuk mengulangi soal yang sama tanpa melihat urutan pengerjaan soal, dan peserta didik mampu mengerjakannya dengan benar.
- Menurut Anda, apa yang membuat peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik pada percobaan kedua (tanpa melihat urutan/langkah pengerjaan soal)?Jawab: Hal ini dikarenakan guru telah menyusun materi atau bahan ajar secara lengkap serta memberikan instruksi yang jelas kepada peserta didik. Selain itu, pengulangan dalam kasus pengerjaan soal membentuk perilaku atau pembiasaan yang mengarah pada teori belajar behavioristik.
- Sebagai seorang calon guru, dalam kegiatan belajar yang seperti apa metode di atas dapat diterapkan? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan.Kegiatan belajar yang dapat diterapkan dengan kasus di atas adalah kegiatan belajar mengerjakan latihan soal secara terbimbing. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri teori belajar behavioristik, yaitu membutuhkan peran orang dewasa (guru) dalam membimbing serta memberikan pengulangan dan pembiasaan.
B. Kasus II
Rina adalah seorang guru di kelas 1 SD. Sebagian besar peserta didiknya belum bisa berhitung dengan lancar. Rina sedang memikirkan cara yang sesuai untuk membantu setiap peserta didik menyelesaikan tantangan belajarnya.
Menurut Anda, apa yang dapat Rina lakukan untuk membantu peserta didiknya sesuai dengan tahapan perkembangan usia?
Jawab: Usaha yang dapat Rina lakukan untuk membantu peserta didiknya yang belum bisa berhitung dengan lancar adalah dengan cara mengaitkan pembelajaran ke arah lingkungan sekitar. Contohnya, menghitung benda sekitar, berhitung menggunakan jari, dan menggunakan alat peraga sebagai alat bantu siswa.- Mengapa Anda menyarankan hal tersebut? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan.
Jawab: Usaha tersebut disarankan karena sesuai dengan teori perkembangan, siswa kelas 1 SD telah masuk pada tahap perkembangan fisik kanak-kanak, di mana pada masa ini, siswa mulai memperhatikan gerakan-gerakan secara cermat, rumit, dan kompleks. Mereka juga dapat melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat universal, serta dapat mengembangkan pola permainan dan mentaati peraturan-peraturan yang ada. Tidak hanya pada perkembangan fisik, perkembangan kognitif pada siswa kelas 1 SD berada pada tahap pra-operasional, di mana kemampuan berpikir mereka masih belum terorganisir dengan baik. Namun, siswa sudah mampu memahami realitas di lingkungan dengan menggunakan tanda-tanda dan simbol.
C. Kasus III
Made adalah seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah negeri wilayah Bali. Ia mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia. Ia hendak mengajarkan materi teks deskripsi pada peserta didiknya. Pada buku cetak yang menjadi panduannya saat mengajar, terdapat beberapa contoh teks deskripsi menceritakan tentang bangunan-bangunan pencakar langit yang ada di Ibu Kota. Dengan memperhatikan latar belakang setiap peserta didiknya, Made pun mencoba untuk memberikan contoh yang berbeda. Ia memberikan contoh teks deskripsi tentang pantai dan makanan khas di Bali.
- Menurut Anda, apakah pertimbangan dan keputusan Made sudah sesuai? Mengapa demikian?Jawab: Pertimbangan dan keputusan Made untuk memilih contoh teks deskripsi tentang pantai dan makanan khas Bali sudah sangat sesuai. Hal ini karena Made memilih contoh yang relevan dengan lingkungan dan pengalaman sehari-hari peserta didik. Menggunakan teks deskripsi tentang pantai dan makanan khas Bali membuat materi lebih akrab dan mudah dipahami oleh siswa karena mereka sudah familiar dengan objek-objek tersebut. Mereka juga cenderung lebih tertarik dan bersemangat dalam belajar karena contoh yang relevan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka lebih fokus dalam proses pembelajaran. Mereka akan lebih mudah memahami teks deskripsi ketika mereka sudah memiliki pengetahuan dasar atau pengalaman terkait dengan objek yang dideskripsikan. Menggunakan contoh yang mereka kenal mengurangi kemungkinan kebingungan dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
- Sebagai seorang calon guru, dalam kegiatan belajar yang seperti apa metode di atas dapat diterapkan? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan.Jawab: Prinsip yang digunakan adalah prinsip lingkungan yang sesuai dengan teori belajar konstruktivisme Vygotsky. Teori ini menekankan adanya interaksi sosial individu dengan lingkungannya. Dengan teori ini, siswa dapat membangun pengetahuan baru dengan lebih baik berdasarkan apa yang mereka sudah ketahui. Proses pembelajaran akan lebih berkembang ketika siswa berinteraksi dengan lingkungan sosial budaya mereka.
0 Comments